Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah BAB


Susah buang air besar atau disebut juga sembelit merupa salah satu masalah pencernaan yang banyak terjadi pada orang dewasa. Meski begitu, anak-anak dan bahkan bayi juga sering mengalami hal tersebut. Salah satu gejala sembelit yaitu jarang buang air besar.
Normalnya, seseorang anak perlu buang air besar setidaknya 1 kali dalam sehari. Namun, jika dalam waktu 2 hingga 3 hari tidak buang air besar, maka bisa dipastikan si kecil tengah mengalami sembelit. Selain gejala tersebut, saat sembelit, anak biasanya juga mengeluhkan sakit perut, nafsu makan menurun, sering buang angin, perih saat buang air besar, dan tinja yang keras.
Susah buang air besar bisa disebabkan karena kurangnya asupan air putih, kurang serat, kurang olahraga, dan bisa jadi juga karena menahan-nahan buang air besar. Faktor ini menyebabkan tinja menjadi keras, berjalan lama di dalam pencernaan (usus) dan sangat susah untuk dikeluakan. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka ada banyak resiko yang bisa menyerang anak seperti infeksi saluran pencernaan, radang usus, hingga kanker usus.
Agar sembeli pada anak tidak memburuk, berikut beberapa kiat yang bisa mom lakukan:
Banyak Konsumsi Serat
Salah satu fungsi serat yaitu untuk mencegah terjadinya sembelit dalam sistem pencernaan dan menjaga kesehatan pencernaan. Serat banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayuran. Nah, agar mom tidak pusing, berikut beberapa makanan tinggi serat yang bisa mom berikan pada anak.
# Buah-Buahan. Untuk buah-buahan, mom bisa memilih apel, pisang, atau papaya. 3 jenis buah ini sangat populer bisa membantu atasi sembelit pada anak. Apel ukuran biasa setidaknya mengandung 4,4 gram serat. Pisang mengandung serat sekitar 0,6 gram per 100 gram. Sementara papaya setidaknya mengandung 1,3 gram per 100 gram.
# Sayuran. Untuk sayuran, mom bisa menjatuhkan pilihan pada bayam, kentang, brokoli, lobak, kembang kol.
Selain mengandung banyak serat, buah-buahan dan sayuran ini juga mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Dengan kata lain, tidak hanya membantu mengatasi sembelit, rutin mengkonsumsi buah dan sayuran tersebut maka kesehatan anak juga akan terjaga.
Tapi tidak hanya sekedar buah dan sayuran lho mom. Kacang-kacangan juga termasuk salah satu makanan tinggi serat. Dalam 1 cangkir penyajian, terdapat sekitar 15 gram serat. Kacang-kacangan terbaik adalah kacang hitam dan kacang merah, namun juga bisa mengkonsumsi kacang polong, almond, ataupun kacang putih.  
Ajak Olahraga
Cara lain yang bisa mom lakukan yaitu dengan mengajak anak untuk rutin berolahraga. Berolahraga bisa membantu sistem pencernaan berjalan dengan baik dengan mempercepat gerak makanan dalam usus, sehingga jumlah air yang diserap dari feses juga tidak banyak. Dengan begitu, feses tidak terlalu kering dan lebih mudah dikeluarkan dari pencernaan. Berolahraga juga bisa membantu otot-otot serta saraf usus bekerja lebih baik.
Karena masih kecil, mom mungkin tidak bisa mengajak anak untuk olahraga berat, cukup dengan menari, lari-lari kecil, ataupun berenang sudah cukup bisa membantu memperbaiki sistem pencernaan anak agar lebih baik. Hanya saja, jika sembelit anak sudah parah, maka olahraga dirasa hanya mampu meringankan sembelit dan sulit untuk menyembuhkannya.
Air Minum/Cairan
Saat dehidrasi, tubuh tidak hanya menampakkan gejala seperti lemah-lemas ataupun pusing, tetapi juga berefek pada terganggunya sistem pencernaan. Salah satunya yaitu terjadinya sembelit atau susah buang air besar karena feses mengering dan keras. Sistem pencernaan membutuhkan cairan lebih agar feses lebih lunak sehingga mudah dikeluarkan dari dalam tubuh. Untuk itu, ada baiknya mom selalu memperhatikan asupan air putih anak ya. Jangan sampai anak kekurangan air putih atau dehidrasi, karena itu tidak hanya menyebabkan masalah pencernaan, tetapi juga membawa banyak dampak buruk pada tubuhnya.  
Beberapa cara tersebut bisa mom lakukan untuk membantu tinja anak mulai melunak dan sistem pencernaannya pun berjalan dengan sempurna. Cara tersebut selain bisa mengurangi dan mengatasi masalah buang air besar, juga penting sebagai upaya mencegah terjadinya sembelit. Selain 3 poin tersebut, untuk mencegah anak sembelit, mom juga bisa melakukannya dengan mengajari anak untuk rutin buang air besar.
Anak kadang suka menahan-nahan buang air besar karena berbagai alasan seperti asyik bermain bersama temannya, takut masuk toilet, dan lain sebagainya. Cara ini justru akan membuat tinja mengeras dan mengendap lama di pencernaan sehingga susah dikeluarkan. Karena itu, ada baiknya ajari anak untuk rutin buang air besar setidaknya satu kali dalam sehari ya mom.
Jika anak masih mengalami sembelit meski sudah dilakukan 3 cara di atas, maka ada baiknya mom segera mengunjungi dokter disamping tetap menjalankan cara di atas. Ditakutkan tinja anak memang sudah sangat keras sehingga mom tidak lagi bisa mengatasinya sendiri namun membutuhkan bantuan dokter.

Penulis : sulistya
Sumber gambar : health.liputan6.com


Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Gigi Pada Anak


Menjaga kebersihan gigi dan mulut anak sejak dini adalah hal yang terpenting dan sangat berguna bagi si kecil saat ia mulai tumbuh dewasa. Selain berguna membentuk kebiasaan baik, mengajari anak untuk menjaga kebersihan gigi bisa menghindarinya dari berbagai penyakit yang bisa menyerang gigi dan mulut.
Ada banyak sekali masalah gigi dan mulut yang bisa menyerang anak seperti misalnya gigi berlubang, karies, banyaknya karang pada gigi, sariawan, dan bau mulut. Semua masalah gigi dan mulut itu terjadi karena mulut anak tidak bersih dan ada banyak kuman bersarang dalam gigi dan mulutnya.
Tak hanya itu saja, kebersihan dan kesehatan gigi juga berhubungan erat dengan penampilan dan kepercayaan diri seseorang. Gigi yang sehat akan membuat seseorang bisa senyum lebih ceria dan percaya diri, sementara seseorang dengan gigi yang tidak sehat seperti berkarang, berlubang, dan struktur gigi yang rusak karena kuman tentu saja menimbulkan rasa tidak percaya diri, terutama saat ia menginjak usia remaja.
Saat berbagai dampak buruk itu terjadi, mom sebagai orangtua tentu saja akan merasa menyesal karena tidak mengajari anak menjaga kebersihan giginya sejak dini. Untuk itu, agar mom tidak menyesal dikemudian hari, ada baiknya mom segera membantu anak untuk menjaga kesehatan giginya agar ia terbiasa menjaga kesehatan giginya dan mendapatkan gigi yang sehat hingga dewasa dan tua nanti.
Ajari Anak Rutin Menggosok Gigi
Cara sederhana agar kebersihan gigi dan mulut anak tetap terjaga adalah dengan mengajari si kecil untuk rutin gosok gigi setidaknya 2 kali dalam sehari. Dengan menggosok gigi, maka sisa makanan yang berpotensi menimbulkan kuman,dan karang/plak bisa dibersihkan.
Cara ini memang terlihat gampang, tetapi pada kenyataannya inilah tantangan terberat bagi seorang ibu karena kebanyakan anak cenderung malas dan tidak mau saat diajak untuk gosok gigi. Agar anak tidak malas gosok gigi, mom bisa melakukan beberapa tips berikut :
# Katakan pentingnya gosok gigi. Anak malas gosok gigi bisa terjadi lantaran dia tidak tau apa manfaat dari kegiatan tersebut. Karena itu, sebagai langkah awal, mom bisa memberikan penjelasan bagaimana pentingnya gosok gigi bagi kesehatan mulut si kecil kelak. Katakan juga bagaimana bahayanya jika si kecil malas gosok gigi.
# Lakukan secara bersama-sama. Agar anak tidak malas gosok gigi, mom bisa melakukannya secara bersama-sama dan jika bisa ajak juga suami. Hal ini sangat penting karena anak biasanya lebih senang jika menggosok gigi bersama orangtuanya. Selain itu, dengan menggosok gigi bersama, mom tentunya juga bisa mengajarkan anak bagaimana menyikat gigi yang baik dan benar.
# Sikat gigi yang lucu. Memberikan sikat gigi dengan karakter lucu akan mampu membuat anak menjadi senang untuk gosok gigi. Jika perlu, mom bisa mengajak si kecil untuk membeli sikat gigi dengan motif dan karakter yang mereka senangi. Namun, perlu diingat juga untuk memilih sikat gigi yang memiliki bulu lembut agar anak nyaman menggunakannya.
Nah, biasanya cara tersebut bisa membuat anak tidak malas lagi untuk menggosok gigi. Mom mungkin juga memiliki cara kreatif lain agar anak mau gosok gigi. Yang terpenting adalah ajak anak dengan penuh kasih sayang dan hindari cara pemaksaan ataupun kemarahan ya.
Kurangi Makanan Manis
Bagi anak-anak, semakin manis makanan maka semakin enak. Namun, terlalu banyak mengkonsumi makanan manis justru akan membuat gigi anak berlubang karena kuman berkembang biak dengan baik dalam mulut, apalagi jika si kecil malas menggosok gigi.
Agar makanan manis, seperti permen tidak mendatangkan dampak buruk pada kesehatan gigi si kecil, maka mom bisa membatasi jumlah makanan manis yang dikonsumsi si kecil. Selain itu, jangan lupa ajak si kecil untuk menggosok gigi setelah ia makan makanan manis.
Selain makanan manis, untuk mencegah gigi berlubang atau karies, ada baiknya juga batasi konsumsi makanan asam dan bersoda.
Rutin Chek Up ke Dokter Gigi
Agar kesehatan gigi anak benar-benar terjaga, ada baiknya mom rutin membawa anak ke dokter gigi setidaknya satu kali dalam 6 bulan. Ini berguna untuk mencegah terjadinya kerusakan ataupun masalah lain pada gigi anak. Kita tidak tau pasti apakah gigi anak benar-benar sehat atau tidak meskipun sudah menggosok gigi secara teratur. Dengan Chek Up, maka dokter biasanya akan memeriksa kondisi gigi anak. Dan dari sana akan dapat diketahui apakah gigi anak berpotensi untuk rusak atau tidak. Jika iya, maka mom bisa mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter agar masalah gigi tersebut tidak semakin parah.
Penulis : Sulistya

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Cegukan


Cegukan merupakan kontraksi tiba-tiba yang terjadi di daerah diafragma yang menyebabkan timbulnya bunyi “hik” secara berulang-berulang. Cegukan Dirasa sangat menganggu, apalagi saat penderitanya tengah ngobrol dengan orang lain atau bahkan tengah presentasi. Hal ini disebabkan karena saat cegukan seseorang tidak hanya mengeluarkan bunyi tetapi juga tidak bisa berbicara lancar. Orang yang cegukan juga bisa mengalami sakit di bagian dada dan kelelahan.
Tidak hanya orang dewasa yang mengalami cegukan, anak-anak dan bahkan bayi juga bisa mengalami hal ini. Lalu, apa yang sebenarnya yang menjadi faktor penyebab cegukan ini?
Penyebab anak Cegukan
Ada banyak faktor yang menjadi penyebab cegukan pada anak. Berikut beberapa penyebab cegukan yang banyak dijumpai
Makan terlalu banyak
Makan terlalu cepat
Minum minuman berkarbonasi
Perut kembung
Stress, takut
Itu beberapa penyebab cegukan. Untuk mencegah terjadinya cegukan, mom bisa mencegah beberapa faktor penyebab tersebut. Seperti misalnya, saat anak makan dengan cepat karena buru-buru mau main bersama temannya, maka segera katakan untuk makan pelan-pelan saja.
Cara Mengatasi Anak Cegukan
Menarik napas dalam-dalam, lepaskan secara perlahan-lahan
Menahan napas dalam waktu singkat
Menelan satu sendok gula pasir
Meminum air dingin
Bernapas di dalam kantong kertas
Berbaring dan posisikan lutut ditekuk ke arah perut
Menghisap lemon
Mom bisa melakukan salah satu cara di atas, jika cara pertama tidak berhasil, lakukan cara berikutnya hingga cegukan anak berhenti.
Cegukan Terus-Menerus (Tidak Normal)
Cegukan normal biasanya akan berhenti beberapa menit, bisa berhenti dengan sendirinya atau setelah melakukan cara-cara di atas.
Namun, cegukan terus-menerus hingga beberapa jam atau bahkan lebih dari dua hari menjadi jenis cegukan yang tidak normal dan tidak bisa ditoleransi.  Penyebabnya bukan karena makan terlalu cepat, atau penyebab lain seperti di atas, namun bisa disebabkan oleh masalah kesehatan seperti gangguan metabolisme, gangguan sistem saraf, gangguan pernapasan, gangguan saraf vagus, ataupun karena tengah mengkonsumsi obat-obat tertentu.
Yang jelas, cegukan yang berlangsung lama ini tidak hanya membuat anak kelelahan dan tidak nyaman, namun bisa menyebabkan masalah lain yang lebih besar. Beberapa bahaya tersebut seperti kerusakan saraf pada bagian saraf yang menghubungkan otot diafragma, ketegangan otot sekitar perut, dada, dan tenggorokan, insomnia (kesulitan tidur), hingga kekurangan gizi karena saat cegukan, anak sulit untuk minum dan makan.
Jika anak mengalami cegukan seharian atau lebih dari dua hari, maka cara mengatasinya yang paling tepat adalah dengan mengunjungi dokter. Jenis cegukan seperti ini tidak bisa mom atasi sendiri di rumah namun membutuhkan bantuan medis di rumah sakit.

Penyebab, Cara Mencegah dan Mengatasi Diare Pada Anak


Diare menjadi salah satu permasalahan pencernaan yang banyak dialami oleh banyak orang, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Diare juga menjadi salah satu penyebab kematian anak, karena diare yang berkepanjangan menyebabkan dehidrasi berat.
Adapun gejala yang terjadi saat anak mengalami diare selain kondisi tinja atau kotoran yang encer yaitu tubuh anak yang melemah, pusing, sakit perut. Beberapa hal seperti anak merasa lemah dan pusing juga menjadi gejala dehidrasi akibat diare. Selain itu, gejala dehidrasi lain saat diare yaitu kondisi mulut yang kering, mata cekung, kulit kering, dan buang air kecilnya lebih sedikit dibandingkan biasanya.
Penyebab Diare Pada Anak
Diare disebabkan oleh berbagai faktor, seperti misalnya kurangnya kebersihan makanan dan minuman yang dimakan anak, makanan yang sangat asam, makanan panas, makanan dingin, makanan terlalu asin, alergi terhadap jenis makanan tertentu, dan bisa jadi juga karena tengah mengkomsumsi obat tertentu.
Cara Mencegah Diare Pada Anak
Untuk mencegah terjadinya diare pada anak, mom bisa melakukannya dengan menjaga kebersihan rumah, terutama toilet dan kamar mandi karena biasanya bakteri dan virus diare bersarang di tempat-tempat kotor. Selain itu, tindakan pencegahan lain yaitu menyuruh anak cuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan makanan, jangan biarkan anak makan-makanan terlalu asin, pedas, asam, panas, dan terlalu bersantan.
Dan, satu lagi yaitu menjaga kebersihan mainan yang selalu dimainkan anak setiap harinya. Hal ini disebabkan karena sebagian besar anak suka mengigit dan memasukkan ke dalam mulut benda yang mereka mainkan. Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut, maka mom telah berupaya untuk memperkecil resiko terjadinya diare pada anak. 
Cara Mengatasi Diare Pada Anak
Bagi si kecil yang sudah terlanjur terserang diare, maka ada beberapa cara mudah yang bisa mom dan suami lakukan agar diare anak berkurang dan bahkan sembuh. Berikut beberapa tindakan untuk mengatasi anak yang terserang diare:
# Ramuan daun jambu biji
Ramuan daun jambu biji merupakan salah satu alternatif pengobatan yang sering digunakan oleh para ibu-ibu di pedesaan. Saat anak diare, para ibu langsung mengambil daun biji dan meraciknya kemudian menyuruh anak untuk meminumnya. Cara meracik daun jambu biji untuk diare yaitu dengan mengambil 5-6 lembar daun jambu biji kemudian diremas dengan segelas air. Setelah itu saring dan pisahkan air hasil remasan dengan daun jambu biji. Nah, minumkan hasil perasan jambu biji tersebut pada anak.
# Membuatkan cairan oralit
Cairan oralit memang sudah dikenal luas mampu meringankan dan mengatasi diare, tidak hanya pada orang dewasa namun juga pada anak-anak. Oralit berguna untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare, sehingga dampak dan gejala diare seperti dehidrasi, pusing, dan tubuh lemas bisa diminimalisir. Oralit juga berguna untuk mengurangi kuantitas volume tinja dan mencegah rasa mual ataupun muntah.
Pada dasarnya, oralit sudah banyak dijual di apotik, toko obat, ataupun posyandu. Dengan begitu, mom tinggal melarutkan cairan oralit dalam air hangat sesuai petunjuk di kemasan dan bisa langsung diminum. Namun, jika mom ingin membuatnya sendiri juga bisa karena tergolong mudah dan cepat. Caranya yaitu dengan menyediakan satu sendok teh gula, seperempat sendok teh garam, 1 gelas air hangat. Kemudian campur gula dan garam dalam air hangat tersebut. Aduk dan kemudian bisa langsung diminum.
Untuk anak yang berumur 1 hingga 5 tahun bisa memberikan 100 ml hingga 200 ml oralit, atau sekitar setengah gelas hingga satu gelas oralit. 
# Pemberian Zinc
Selain oralit, mom juga bisa memberikan zinc yang tersedia di Puskesmas dalam bentuk tablet. Seperti yang kita tau, zinc memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Saat anak diare, maka zinc yang ada di dalam tubuh akan menurun drastis, maka mengkonsumsi zinc pada saat diare bisa menggantikan zinc yang hilang sehingga bisa mempercepat penyembuhan diare. Pemberian zinc ini juga bisa membantu dan memperbaiki mukosa usus yang rusak dan mencegah kambuhnya diare karena ia mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada anak.
Bagi anak umur 1 tahun ke atas bisa memberikan 1 tablet sehari dengan melarutkannya dalam sedikit air putih. Pemberian zinc ini bisa dilakukan 10 hari berturut-turut meskipun anak sudah sembuh, hal ini berguna agar diare tidak kambuh lagi 2-3 bulan ke depan.
***
Selama anak diare, ada baiknya mom tetap memberikan banyak minum dan makanan bergizi kepada anak, hal ini mencegah terjadinya dehidrasi dan juga kekurangan gizi pada anak selama diare.
Setelah mencoba cara di atas, ada baiknya biarkan anak untuk beristirahat. Jika diare anak tidak kunjung sembuh meski sudah mencoba cara tersebut, maka ada baiknya segera bawa anak ke dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Takutnya, jika anak dibiarkan maka anak akan mengalami dehidrasi berat. 

Penulis : Sulistya
Sumber gambar : www.elrhey.com


STYLE AND BEAUTY

STYLE AND BEAUTY

Kategori