Tampilkan postingan dengan label PARENTING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PARENTING. Tampilkan semua postingan

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Cegukan


Cegukan merupakan kontraksi tiba-tiba yang terjadi di daerah diafragma yang menyebabkan timbulnya bunyi “hik” secara berulang-berulang. Cegukan Dirasa sangat menganggu, apalagi saat penderitanya tengah ngobrol dengan orang lain atau bahkan tengah presentasi. Hal ini disebabkan karena saat cegukan seseorang tidak hanya mengeluarkan bunyi tetapi juga tidak bisa berbicara lancar. Orang yang cegukan juga bisa mengalami sakit di bagian dada dan kelelahan.
Tidak hanya orang dewasa yang mengalami cegukan, anak-anak dan bahkan bayi juga bisa mengalami hal ini. Lalu, apa yang sebenarnya yang menjadi faktor penyebab cegukan ini?
Penyebab anak Cegukan
Ada banyak faktor yang menjadi penyebab cegukan pada anak. Berikut beberapa penyebab cegukan yang banyak dijumpai
Makan terlalu banyak
Makan terlalu cepat
Minum minuman berkarbonasi
Perut kembung
Stress, takut
Itu beberapa penyebab cegukan. Untuk mencegah terjadinya cegukan, mom bisa mencegah beberapa faktor penyebab tersebut. Seperti misalnya, saat anak makan dengan cepat karena buru-buru mau main bersama temannya, maka segera katakan untuk makan pelan-pelan saja.
Cara Mengatasi Anak Cegukan
Menarik napas dalam-dalam, lepaskan secara perlahan-lahan
Menahan napas dalam waktu singkat
Menelan satu sendok gula pasir
Meminum air dingin
Bernapas di dalam kantong kertas
Berbaring dan posisikan lutut ditekuk ke arah perut
Menghisap lemon
Mom bisa melakukan salah satu cara di atas, jika cara pertama tidak berhasil, lakukan cara berikutnya hingga cegukan anak berhenti.
Cegukan Terus-Menerus (Tidak Normal)
Cegukan normal biasanya akan berhenti beberapa menit, bisa berhenti dengan sendirinya atau setelah melakukan cara-cara di atas.
Namun, cegukan terus-menerus hingga beberapa jam atau bahkan lebih dari dua hari menjadi jenis cegukan yang tidak normal dan tidak bisa ditoleransi.  Penyebabnya bukan karena makan terlalu cepat, atau penyebab lain seperti di atas, namun bisa disebabkan oleh masalah kesehatan seperti gangguan metabolisme, gangguan sistem saraf, gangguan pernapasan, gangguan saraf vagus, ataupun karena tengah mengkonsumsi obat-obat tertentu.
Yang jelas, cegukan yang berlangsung lama ini tidak hanya membuat anak kelelahan dan tidak nyaman, namun bisa menyebabkan masalah lain yang lebih besar. Beberapa bahaya tersebut seperti kerusakan saraf pada bagian saraf yang menghubungkan otot diafragma, ketegangan otot sekitar perut, dada, dan tenggorokan, insomnia (kesulitan tidur), hingga kekurangan gizi karena saat cegukan, anak sulit untuk minum dan makan.
Jika anak mengalami cegukan seharian atau lebih dari dua hari, maka cara mengatasinya yang paling tepat adalah dengan mengunjungi dokter. Jenis cegukan seperti ini tidak bisa mom atasi sendiri di rumah namun membutuhkan bantuan medis di rumah sakit.

Kiat Lengkap Mengatasi Kebiasaaan Ngompol Pada Anak


Mengompol atau pipis di celana wajar dan normal dilakukan oleh bayi, batita, hingga balita. Nah, saat umur di atas 6 tahun namun anak masih terbiasa ngompol, maka ini menjadi hal tidak normal. Karena di umur tersebut, anak biasanya sudah bisa merasakan panggilan alamnya untuk pipis ke toilet.
Jika ini terus terjadi, tentu saja mom menjadi kesulitan karena tiap pagi harus membersihkan dan mencuci bekas ngompol anak. Tidur anak juga tidak akan nyaman karena ia tidur dengan kondisi selimut atau spreinya basah dan bau. Ia juga gampang masuk angin. Tidak hanya itu saja, anak biasanya juga merasa tidak percaya diri apalagi jika teman-temannya tau kalau dia masih mengompol di malam hari. Untuk itu, agar kebiasaan ngompol anak tidak berlanjut, maka mom bisa ikuti beberapa cara berikut:
Ajari anak untuk buang air kecil di Toilet
Ada baiknya mulai mengajari anak untuk buang air kecil ke toilet. Jika tidak diajarkan, saat ia merasakan kalau ia pipis, maka bisanya mereka justru melepaskannya di celana. Untuk itu, penting untuk mengajarinya cara buang air kecil di toilet. Untuk awal-awal, mom bisa mendampinginya dan mengawasinya di toilet, karena ditakutkan anak belum terbiasa sehingga kakinya bisa tergelincir di dalam closed. Jika anak mulai fasih, mom bisa mengawasinya dari jauh. Dan, setelah itu, mom bisa melepaskannya sendiri.
Libatkan anak dalam membersihkan bekas ngompol
Mom bisa melibatkan anak di atas usia 5 tahun untuk membersihkan bekas ngompolnya. Tapi bukan untuk mencuci, namun hanya sekedar menarik seprei, ataupun membantu memasukkan dalam keranjang baju. Melibatkan anak dalam membersihkan bekas ngompolnya secara tidak langsung bisa memotivasi anak untuk tidak mengompol lagi kedepannya. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah ajak anak dengan wajah ceria dan jangan memperlihatkan wajah kesal, karena jika ia menangkap kekesalan dan kemarahan dari wajah mom, maka ia justru akan merasa sangat bersalah hingga akhirnya stress.  
Jangan buatnya Malu di depan teman-temannya
Ada beberapa orang tua yang kadangkala sengaja mempermalukan anaknya didepan sahabat-sahabatnya. Mereka beranggapan dengan cara ini anak akan malu dan akan membuatnya berhenti ngompol. Beberapa kasus memang ada yang berhasil, namun cara ini terkadang justru membuat anak stress dan tidak percaya diri. Bisa saja, di sekolah dia dipermalukan lagi oleh teman-temannya. Ini akan membuat beban pikirannya dan justru akan membuat anak sulit untuk berhenti ngompol karena psikologinya terganggu. Untuk itu, ada baiknya tidak mengatakan kalau anak masih ngompol di depan teman-temannya ya mom.
Jadi mata-mata
Ada kalanya mom perlu menjadi mata-mata demi anak berhenti ngompol. Mom mungkin bisa mencari tahu kapan biasanya anak ngompol. Apakah 3 jam setelah dia tidur atau sekitar 5 jam setelah ia tidur. Jika 3 jam setelah tidur, maka mom bisa membangunkan anak 2 jam setelah tidur untuk buang air kecil. Dengan begitu, setelahnya anak tidak akan ngompol lagi. Mom bisa melakukan cara ini sebelum anak terbiasa untuk buang air kecil sendiri ke toilet.
Ajarkan untuk buang air sebelum tidur
Satu hal yang tidak boleh mom lupakan yaitu mengajak anak untuk buang air kecil sebelum tidur. Meskipun ada anak yang tetap ngompol meski sebelum tidur dia sudah buang air kecil dulu, namun sedikit tidaknya ini bisa membantu. Ngompol anak biasanya lebih sedikit dibandingkan tidak buang air kecil dulu sebelum tidur dan lambat laun hal ini juga bisa menghentikan kebiasaan anak untuk ngompol.
Jangan banyak minum sebelum tidur
Agar kiat di atas berjalan dengan baik, maka mom bisa membarenginya dengan jangan membiarkan anak minum banyak sebelum tidur. Jika mom membiarkan anak minum banyak sebelum tidur, maka anak tidak hanya berpotensi besar ngompol, tetapi tidurnya juga tidak nyaman. Atau, jika anak memang ingin minum dan haus, ada baiknya anak minum 30 menit sebelum waktu tidur. Nah, saat sebelum tidur, mom bisa mengajak anak untuk buang air kecil terlebih dahulu.  
Hidupkan lampu toilet
Fantasi mengenai adanya hantu dalam toilet kadang membuat anak merasa takut untuk buang air tengah malam. Saat ia merasa mau buang air, dan melihat toilet gelap, maka ia akan mengurungkan niatnya untuk buang air kecil di toilet dan akhirnya ngompol di tempat tidur. Untuk mengantisipasi hal itu, ada baiknya mom menghidupkan lampu toilet agar anak tidak takut ke toilet saat ia terbangun tengah malam dan merasa ingin buang air kecil.
Beri hadiah dan pujian
Saat anak mulai ngompol sedikit atau bahkan tidak ngompol sama sekali, maka berikanlah ia pujian dan kalau perlu, mom juga bisa memberinya hadiah. Hal ini berguna agar anak tidak ngompol lagi di waktu berikutnya. Karena dipungkiri atau tidak, banyak anak yang sudah berhenti ngompol beberapa hari, namun ia kembali ngompol. Untuk itu, dengan pujian yang mom berikan, maka ia merasa senang dan semakin bersemangat untuk berhenti ngompol.

Penulis : Sulistya

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Terlambat Bicara

Setiap orangtua tentunya menantikan saat dimana anak mulai bisa memanggilnya “papa” atau “mama” dan untuk selanjutnya mereka bisa berkomunikasi dengan baik dengan anak. Hanya saja, tidak semua anak mulai bisa bicara dengan waktu yang normal. Ada banyak anak yang justru mengalami terlambat bicara. Hal ini membuat orangtua sedih, kenapa anaknya masih belum bisa bicara sementara anak lain di umur yang sama sudah bisa bicara.
Pada dasarnya, anak dengan umur 1 hingga 1,5 tahun sudah bisa mengatakan minimal “papa” atau “mama” meskipun tidak begitu lancar. Dan, pada saat umur 2 tahun, normalnya anak bisa merangkai kata sederhana, yaitu sekitar 2 kata, seperti misalnya “makan nasi” atau “minum susu”
Nah, anak dikatakan terlambat bicara jika di umur 2 hingga 3 tahun anak belum bisa bicara dengan benar seperti normalnya di atas. Ia belum bisa merangkai 2 kata dan hanya mengucapkan potongan kata saja. Di saat seperti ini, anak membutuhkan bantuan untuk mulai bisa bicara.
Penyebab Anak Terlambat Bicara
Terlambat bicara bisa terjadi karena beberapa alasan seperti misalnya karena adanya hambatan pendengaran, hambatan perkembangan otak, faktor keturunan, minimnya komunikasi, terlalu lama/sering menonton televisi, kurangnya latihan dan stimulasi dari orangtua. 
Cara Mengatasi Anak Terlambat Bicara
  # Mengajaknya berkomunikasi
Seperti yang disebutkan sebelumnya, anak terlambat bicara bisa jadi karena kurang berkomunikasi dengan anak. Meskipun anak belum bisa bicara, mom dan suami perlu mengajak anak berkomunikasi saat mengasuhnya. Hal ini berguna untuk merangsang dan melatih anak mulai bicara. Seperti misalnya, “adek mengantuk ya?” Atau “adek mau susu ini ya?” Usahakan untuk berkomunikasi sambil melakukan bahasa/gerak tubuh. Saat mengatakan, “adek mau susu ini ya?”  Mom bisa menggoyang-goyangkan botol susu kearahnya.
  # Menstimulasi dan memberikan latihan
Tidak hanya sekedar berkomunikasi sehari-hari seperti di atas, anak terlambat bicara juga memerlukan tambahan stimulasi dan latihan agar kemampuan bicaranya semakin membaik. Hal ini bisa dilakukan dengan membacakan dongeng atau bernyanyi bersama. Latih anak untuk mengikuti apa yang mom ucapkan dengan perlahan-lahan. Mom juga bisa melatih anak bicara dengan menyebutkan nama-nama anggota tubuh, nama buah-buahan, ataupun jenis latihan lain, dimana mom menunjukkan satu anggota tubuh kemudian ajak anak untuk ikut mengucapkannya sambil menunjuk anggota tubuh yang dimaksud.
  # Biarkan anak berinteraksi dengan temannya
Mom juga bisa membiarkan anak untuk berinteraksi dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Hal ini berguna agar anak termotivasi untuk bisa bicara seperti teman seusianya dan mengasah kemampuan anak untuk bicara. Karena teman-temannya mulai bicara, anak biasanya juga akan berusaha dan memiliki dorongan untuk bicara agar ia bisa leluasa bermain bersama.
  # Menaruh mainan agak jauh dari anak/tidak bisa dijangkau anak
Biasanya, agar anak cepat bisa berjalan, orangtua sengaja menaruh mainannya agak jauh sehingga anak berusaha untuk mengambil mainan tersebut sendiri. Cara ini sedikit tidaknya juga bisa dilakukan saat melatih anak bicara. Mom bisa menaruh mainan agak jauh darinya atau di tempat yang tidak bisa dijangkau anak, ini akan membuat anak berusaha untuk berbicara kepada mom agar mom mengambilkan mainan itu untuknya. Hanya saja, perlu berhati-hati karena cara ini terkadang juga membuat anak merasa kesal dan menangis karena mom menaruh mainannya di tempat yang tidak bisa dia ambil. Jadi, mom perlu pintar-pintar ya dalam melakukan trik ini.
***
Beberapa trik dan cara di atas dirasa bisa membantu dan mendorong anak untuk mulai bicara. Hanya saja, selain memberikan latihan dan tetap berkomunikasi anak seperti di atas, mungkin mom juga bisa mengunjungi dokter anak untuk konsultasi. Dokter biasanya juga akan melakukan tes pendengaran dan memberikan saran tambahan agar anak mulai bisa bicara.
Untuk kasus anak terlambat bicara disertai dengan gejala lain seperti ia tidak merespon saat dipanggil, tidak mengerti apa yang disampaikan orang lain, hiperaktif, mengalami gangguan psikologis, mengalami gangguan saat berinteraksi, dan mungkin bentuk kepala/wajah tidak normal, maka mom memang wajib untuk berkonsultasi ke dokter karena itu bisa jadi bukan hanya masalah terlambat bicara tapi bisa jadi anak mengidap penyakit atau kelainan lain. 

Penulis : Sulistya 

Cara Mengatasi Anak Susah Minum Obat


Permasalahan yang sering dialami orang tua saat anak demam atau sakit yaitu anak yang tidak mau minum obat. Obat berguna untuk mengurangi sakit dan menyembuhkan penyakit yang tengah diderita anak, jika ia tidak mau minum obatnya, maka sakitnya tidak akan sembuh-sembuh dan justru akan semakin parah. Karena alasan itulah, kadangkala ada orangtua yang memaksa anak untuk minum obat. Mereka memegang kaki dan tangan anak yang meronta sambil menangis, kemudian memasukkan obat ke dalam mulutnya secara paksa.
Namun, obat yang dimasukkan ke dalam mulut anak justru akan dimuntahkan lagi atau keluar dari mulut dengan sendirinya karena anak meronta, sehingga ini akan menjadi percuma. Tidak hanya itu saja, cara ini kadangkala juga membuat anak trauma baik dengan sikap orangtuanya atau dengan obat itu sendiri. Oleh karena itu, jika bisa, ada baiknya gunakan cara halus dan penuh kasih sayang agar anak bisa meminum obatnya tanpa meronta dan tanpa menangis tentunya.  
Bersikap Jujur dan Jelaskan Khasiat Obat yang Mereka Minum
Mengatakan kalau obat tidak pahit sama sekali pada anak sementara setelah ia meminumnya ia merasakan rasa pahit, maka ini justru akan membuat anak mengira kalau mom sudah menipu dan membohonginya. Mom mungkin bisa mengatakan secara jujur kalau obat tersebut memang sedikit pahit, namun pahitnya akan segera hilang saat ia minum air putih.
Katakan juga kalau obat itu akan membuat anak sembuh sehingga ia bisa bersekolah lagi. Jika ia tidak memakan obat itu, maka ia akan terus sakit dan tidak bisa lagi kesekolah dan bermain bersama teman-temannya. Katakan dengan tenang dan penuh kasih sayang. Dan, mungkin mom  juga perlu pintar-pintar merayu anak. Dengan ucapan yang lemah lembut dan dikatakan dengan tulus, maka anak biasanya akan memahaminya.
Berikan Obat Dengan Ceria dan Senang Hati
Memberikan obat dengan wajah tegang dan serius akan membuat anak bisa menangkap kesan kalau obat tersebut pasti rasanya pahit. Karena itu, ada baiknya mom memperlihatkan wajah ceria dan sambil bercanda tawa saat hendak memberikan obat pada anak. Ini bisa mengurangi rasa was-was anak akan obat dan membuatnya merasa tenang dan tidak akan terjadi masalah apa-apa jika ia minum obat tersebut.
Berikan Hadiah
Anak-anak biasanya sangat menyukai hadiah, karena itu mom bisa menjanjikan hadiah kepada anak jika ia bisa meminum obatnya.  Hadiah seperti membelikannya sesuatu atau mengajaknya jalan-jalan jika sudah sembuh dirasa cukup bisa membuat anak senang dan meminum obatnya. Hanya saja, setelah anak minum obat sebaiknya mom menepati janji mom karena jika tidak, anak tentu saja berpikir mom sudah bersikap curang dan berbohong. Untuk selanjutnya, pastinya dia tidak akan mau minum obat meskipun mom bilang kalau mom akan memberikan hadiah.
Menyelipkan dalam Makanan
Untuk suapan terakhir mungkin mom bisa menaruh obat di dalamnya. Karena bercampur dengan makanan, rasa pahit obat biasanya tidak akan begitu terasa. Ada beberapa orang tua yang sengaja menyelipkan obat dalam pisang, roti, dan berbagai makanan lain agar anaknya bisa makan obat tanpa memaksa atau membuat mereka menangis. Mungkin cara ini juga bisa mom lakukan.
Nah, beberapa cara tersebut jauh lebih baik dibandingkan memaksa dan memarahi anak bukan?
Selamat mencoba ya mom dan semoga si kecil mau minum obat tanpa dipaksa.

Penulis : Sulistya
Sumber gambar: www.ghumi.id
 

Cara Mengatasi Anak yang Suka Melawan Dan Keras Kepala


Rasanya kesal dan juga sedih melihat anak suka melawan dan keras kepala. Mereka seakan tidak mau menurut, bertindak sesuka hatinya, membantah ucapan orangtua, dan bahkan sampai mengeluarkan ucapan kotor. Tidak jarang ada orang tua yang tidak bisa menahan amarahnya hingga mereka melakukan tindakan kasar seperti memarahi anak habis-habisan atau bahkan menampar anak.
Memarahi atau bahkan melakukan cara kasar tidak akan membuat anak  berhenti melawan dan bersikap keras kepala, justru mereka akan semakin memberontak. Untuk itu, mom memerlukan cara lain agar anak tidak lagi suka melawan dan keras kepala. Beberapa poin berikut bisa mom pertimbangkan.
Berikan contoh yang baik
Penyebab anak suka melawan dan keras kepala bisa jadi karena mereka sering melihat orangtuanya melakukan hal yang sama. Untuk itu, saat mom ada masalah dengan suami, ada baiknya tidak memperlihatkan bagaimana mom dan suami bertengkar pada anak dan selesaikan semua masalah dengan penuh kesabaran dan hati yang tenang.
Jangan memberikan kata-kata dan sikap kasar jika tidak mau anak akan mengatakan dan melakukan hal serupa seperti yang orangtua lakukan. Karena, seringkali anak meniru apa yang dilakukan orangtuanya.
Jangan jadi Hyper Parenting
Memang, semua orangtua menginginkan hal terbaik bagi anaknya, namun bukan berarti kita harus memaksakan kehendak pada anak dan memaksanya melakukan apapun yang kita inginkan. Setiap anak memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda-beda. Mereka juga memiliki mimpi dan cita-cita yang berbeda. Untuk itu, ada baiknya tidak memaksa anak untuk menjadi dokter manakala anak memiliki keinginan untuk menjadi seorang pemain piano professional. Jangan paksakan anak untuk menjadi pemain piano professional jika anak menginginkan menjadi dokter.
Memaksakan segala sesuatunya pada anak akan membuatnya merasa terkekang, selalu diatur seperti boneka, dan ia juga bisa menjadi suka melawan dan keras kepala sebagai bentuk pemberontakan. Untuk itu, sebagai orangtua, ada baiknya mom tidak bersikap hyper parenting atau memaksa kehendak pada anak sesuai yang mom inginkan.
Jika anak memiliki suatu potensi dan bakat tertentu, mom bisa membimbingnya dan menyalurkan potensi dan bakatnya tersebut. Dengan kata lain, mom ikut membantu anak dalam mengembangkan potensi dan bakat yang ada di dalam dirinya, bukan memaksanya melakukan hal yang tidak mereka sukai. Meski begitu, bukan berarti mom lepas tangan dan menyuruh anak untuk bebas sesuka hatinya. Namun, mom perlu membimbing, mengawasi, dan melindungi anak dari hal-hal yang bisa membahayakan dan mendatangkan dampak buruk padanya.
Berikan kasih sayang
Anak suka melawan dan keras kepala juga bisa terjadi lantaran ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Jika mom selama ini memang tidak begitu mengurus, memberikan perhatian dan kasih sayang pada anak karena kesibukan bekerja ada baiknya mulai memperhatikan anak karena bisa jadi dia akan tumbuh menjadi pribadi yang keras dan hidup sesuka hatinya.
Bekerja bukan berarti mom tidak bisa memberikan kasih sayang pada anak. Saat pulang bekerja, mom bisa memberikan kasih sayang dan perhatian pada anak. Begitu juga saat liburan, mom bisa mengajak anak untuk liburan bersama. Yang terpenting adalah, bagaimana mom tetap memberikan kasih sayang dan perhatian penuh pada anak. Karena yang paling dibutuhkan oleh anak adalah kasih sayang dan perhatian dari orangtuanya.
Menjadi pendengar yang baik
Anak kadangkala mengalami kesulitan dan masalah di sekolah, baik dengan teman-temannya ataupun dengan pelajaran. Ia sebenarnya ingin bercerita dengan orangtuanya, namun karena mom tidak ada untuk mendengarkan segala permasalahannya, maka mereka akan merasa sedih sekaligus kesal karena mom tidak pernah memperhatikannya dan tidak pernah ada untuknya. Inilah yang kadang membuat anak sering melawan dan keras kepala.
Namun, jika mom berusaha menjadi pendengar yang baik layaknya seorang sahabat dan memberikan solusi pada anak, maka selain merasa beban pikirannya berkurang, anak juga akan merasa kalau mereka memiliki orangtua yang selalu bisa diandalkan, melindungi, dan juga menyayanginya sepenuhnya. ***
Selain itu, anak menjadi keras kepala dan suka melawan bisa jadi juga karena orangtua terlalu memanjakannya. Jika ia tidak mendapatkan keinginannya atau mengalami hal yang tidak ia sukai, maka ia akan kesal dan marah-marah. Untuk itu, ada saat dimana mom tidak harus mengikuti semua keinginan anak jika keinginan anak itu tidak baik dan akan berdampak buruk pada dirinya dan hidupnya kelak. 

Penulis : Sulistya


5 Cara Membuat Anak Tidur Nyenyak dan Terhindar dari Mimpi Buruk


Mimpi buruk dan kegelisahan saat tidur sering dialami oleh banyak orang, tidak hanya orang dewasa namun juga anak-anak. Belum lagi anak yang sulit sekali tidur dan seringkali terbangun dimalam hari. Kesulitan tidur, sering terbangun di malam hari, dan mimpi buruk saat tidur bisa membuat berkurangnya kualitas tidur anak. Padahal, anak-anak setidaknya membutuhkan sekitar 10 jam per harinya agar produktivitasnya tidak terganggu.
Anak yang kekurangan waktu tidur atau tidur tidak berkualitas bisa menimbulkan beberapa dampak buruk seperti misalnya anak tidak semangat, mengantuk di kelas, tampak pucat, sulit menerima pelajaran/ tidak konsen, mudah marah dan rewel, dan yang paling parahnya adalah mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuh yang melemah.
Oleh karena itu, mom perlu berhati-hati, karena jika anak terus-terusan mengalami mimpi buruk, sering terbangun di malam hari, ataupun kesulitan untuk tidur, maka kesehatan dan produktivitas anak akan mulai terganggu. Untuk mengantisipasi beberapa gejala yang membuat tidur tidak berkualitas tersebut, maka mom bisa mencoba beberapa tips berikut ini:
Perhatikan dekorasi dan desain dinding kamar
Sebelum mom mencoba kiat-kiat berikutnya, ada baiknya mom perhatikan bagaimana kondisi dekorasi dan desain kamar anak. Hal ini penting, karena kadangkala mimpi buruk dan kesulitas tidur bisa jadi disebabkan karena dekorasi dan desain kamar yang tidak begitu disukai anak. Selain itu, dekorasi seperti gambar-gambar perkelahian dengan pedang, binatang buas, ataupun segala bentuk desain atau dekorasi sejenisnya bisa membuat anak kesulitan tidur karena takut.
Ketakutan anak juga bisa membuatnya bermimpi buruk di malam hari. Untuk itu, pilihlah dekorasi dan desain yang manis dan tidak mengandung unsur kekerasan ataupun gambar-gambar seram yang berpotensi membuatnya takut. Mungkin mom bisa meminta saran sama si kecil desain dinding seperti apa yang disukainya.  
Suasana kamar yang nyaman dan kondusif
Selain melihat desain dinding dan dekorasi kamar, hal lain yang perlu diperhatikan yaitu suasana kamar yang nyaman dan kondusif. Rapikan kamar anak yang berantakan, buku diletakkan pada tempatnya, pakaian kotor di pindahkan, selimut dan kasur yang rapi. Pada pagi hari jangan lupa buka jendela agar udara di dalamnya bisa keluar dan digantikan dengan udara yang segar. Udara dalam kamar akan menjadi tidak panas, bau, ataupun pengap. Semua ini akan membuat anak merasa nyaman sehingga membuatnya lebih mudah untuk tidur dan tidur dengan nyenyak.
Hindari menonton hal berbau horror atau kekerasan
Sudah bukan rahasia lagi jika menonton film horror ataupun berbau kekerasan akan membuat kita sering bermimpi buruk saat malam hari. Hal ini disebabkan karena  pikiran kita masih terbayang-bayang dengan hantu ataupun bentuk kekerasan dalam film yang berikutnya masuk ke dalam alam bawah sadar sebagai mimpi. Anak yang menonton film berbau horror ataupun kekerasan juga akan mengalami hal yang sama.
Tidak jarang, anak yang menonton film hantu sebelum tidur akan terbangun dan mengatakan kalau ia tengah melihat hantu atau di kejar orang gila dalam mimpinya.  Untuk itu, ada baiknya mom tidak membiarkan anak menonton hal yang menyeramkan dan berbau kekerasan sebelum hendak tidur.
Ajak anak bercerita sebelum tidur
Ada saat dimana mom bisa berperan sebagai sahabat bagi anak. Anak kesulitan untuk tidur dan sering bermimpi buruk bisa jadi karena ia tengah memiliki masalah atau ada sesuatu hal yang menjadi beban pikirannya. Saat ia memendam sendiri masalah dan beban pikiran tersebutlah, ia akan kesulitan tidur dan bahkan bermimpi buruk.
Untuk itu, sebelum tidur, ada baiknya mom memancing anak untuk bercerita tentang apa yang terjadi di sekolahnya hari ini. Jika memang anak memiliki masalah dengan pelajaran ataupun teman-temannya, maka saat itu juga mom bisa menenangkannya dan memberinya jalan keluar. Hal ini akan membuat beban pikirannya berkurang dan ia bisa tidur dengan tenang.
Pilih dongeng yang tidak mengerikan
Agar dongeng yang mom bacakan tidak menghantui anak dalam mimpi buruknya, maka pilihlah dongeng yang tidak mengerikan ataupun mengandung unsur kekerasan dan horror. Sama halnya dengan menonton acara horror, membacakan dongeng horror atau mengerikan akan berpotensi membuat anak susah tidur dan bermimpi buruk. Untuk itu, mom perlu cermat dalam memilih dongeng yang tepat ya.
Itu dia mom, beberapa tips yang bisa mom lakukan agar anak tidur nyenyak. Beberapa tips ini bisa memperkecil resiko anak susah tidur, sering bangun di malam hari, ataupun sering bermimpi buruk. Selain itu, ada baiknya mom menemani anak hingga ia tertidur pulas, baru kemudian mom bisa meninggalkannya tidur sendiri.  
Semoga sukses ya mom!
Penulis : Sulistya

Cara Mengatasi Anak Malas Belajar

Setiap orangtua pastinya sedih dan cemas melihat sang anak yang sama sekali tidak mau belajar dan hanya ingin menonton televisi, bermain game, ataupun hanya bermain bersama-teman-temannya. Tidak hanya malas belajar di rumah, kadangkala, ia juga tidak mau datang kesekolah.
Jika ini berlanjut dan hanya dibiarkan saja, bisa jadi si anak benar-benar tidak mau lagi belajar hingga besar. Padahal, belajar menjadi sarana yang baik untuk membuat kehidupan anak lebih baik kedepannya. Dan, tidak hanya sebagai sarana menimba ilmu pengetahuan, di sekolah anak-anak juga belajar bersosialisasi dan mendapatkan teman baru.
Ada sebagian orangtua yang sampai memarahi dan memaksa anaknya untuk belajar. Cara ini justru terkadang membuat sang anak semakin malas, atau bahkan bisa jadi dia hanya berpura-pura belajar di depan orangtuanya karena merasa takut dimarahi. Ini tentu akan lebih sulit. Untuk itu, untuk mengatasi anak malas belajar tidak harus dilakukan dengan kemarahan atau bahkan pemaksaaan. Mom sebagai orangtua bisa melakukan beberapa kiat halus dan penuh kasih sayang untuk membuat si kecil mau belajar.
Beri motivasi pentingnya belajar
Untuk kiat pertama mungkin mom bisa memberikan arahan kepada anak tentang bagaimana pentingnya belajar untuknya di masa depan. Katakan dengan halus dan dari hati ke hati agar anak memahami betul dan juga mengingatnya. Tanyakan apa cita-cita si anak, lalu katakan bahwa ia akan bisa menggapai cita-citanya dan menjadi orang pintar jika ia tidak malas belajar dan tidak bolos sekolah.
Tanya Alasan Anak
Mom juga bisa mengajak si kecil untuk berbicara dengan nyaman dan tenang. Tanyakan kepada si kecil apa sebenarnya yang membuatnya malas belajar atau datang ke sekolah. Terkadang yang membuat anak malas belajar dan tidak mau datang ke sekolah tidak hanya karena ia ingin bermain terus, tetapi mungkin ada alasan lain seperti misalnya pelajaran yang sulit, tengah bertengkar dengan temannya, ataupun alasan lainnya.
Dengan mendengar alasan anak, maka mom bisa menentukan kiat selanjutnya agar anak mau belajar baik di sekolah ataupun belajar di rumah.
Suasana belajar yang menyenangkan
Saat mengajak anak belajar di rumah, maka buatlah ruangan belajarnya menjadi ruangan yang menyenangkan dan mendukung belajar di kecil. Mungkin mom bisa memasang poster huruf dan angka, bunga-bunga, ataupun gambar kartun yang lucu di dinding. Mom juga bisa menyediakan sebuah papan tulis kecil sebagai media latihan buat si kecil. Suasana belajar yang menyenangkan juga datang dari bagaimana mom menemaninya belajar. Ada baiknya mom tidak membentak si kecil saat ia melakukan kesalahan. Tapi, bantu dia dengan penuh kasih sayang dan senyuman.
Ajak teman-temannya
Saat si kecil selesai bermain bersama teman-temannya, mom bisa mengajak si kecil dan teman-temannya untuk meluangkan waktu untuk belajar santai bersama. Biasanya anak-anak semakin suka belajar jika dilakukan bersama-sama. Saat itu mom bisa memberikan kuis atau pertanyaan dan memberi hadiah bagi siapa yang menjawabnya terlebih dahulu. Kiat ini dilakukan jika kondisi memungkinkan dan mom mungkin juga perlu berbicara dengan orangtua dari anak-anak tersebut.
Memberi Pujian atau Hadiah
Pujian menjadi salah satu penyemangat bagi anak agar dia semakin rajin belajar. Saat anak selesai mengerjakan tugas dengan baik, maka ada baiknya mom memberikannya pujian, seperti misalnya, “Wah, Angel udah pintar ya sekarang?” atau berbagai bentuk pujian lainnya.
Memberi hadiah juga bisa mom lakukan agar anak semakin semangat untuk belajar. Biasanya, sekolah juga memberikan hadiah dan piala/piagam kepada anak-anak yang bisa meraih rangking tertentu. Ini juga salah satu bentuk penyemangat bagi anak-anak agar mereka bisa lebih rajin lagi belajarnya.
Mom mungkin bisa memberikan hadiah kepada anak jika nilainya meningkat atau dia bisa mengerjakan tugas yang diberikan guru di sekolah dengan baik. Anak biasanya lebih bersemangat karena mereka tidak hanya akan mendapatkan nilai bagus, tetapi sekaligus mendapatkan hadiah dari orangtuanya.
Nah, itu dia beberapa kiat dalam mengatasi anak yang malas dan tidak mau belajar. Mom bisa melakukan beberapa cara tersebut agar anak tidak malas lagi saat di ajak belajar. Selain merutinkan dan memupuk anak suka belajar, ada baiknya mom juga tidak melupakan waktu bermainnya. Sediakan juga waktu bermain bagi anak karena itu sangat penting juga untuk pertumbuhannya. Jika anak hanya disuruh belajar terus menerus dari pagi hingga malam, maka justru lambat laun anak akan merasa stress, jenuh, dan mungkin tidak bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Untuk itu, penting menyeimbangkan antara belajar dan bermain untuk anak.    
Hm, Mom mungkin juga memiliki kiat lain agar anak tidak malas belajar?

Penulis : Sulistya

Penyebab Anak Susah Makan Dan Cara Mengatasinya


Sebagai orangtua, kita tentu saja cemas melihat anak tidak mau makan. Saat mom memberikan makanan dan mencoba menyuapinya, anak justru menolak dan memilih untuk bermain atau bahkan terkadang menangis dan rewel. Masalah ini memang menjadi masalah umum di alami oleh banyak orangtua yang memiliki anak usia 1-5 tahun.
Namun, jika tidak segera diatasi, maka hal ini bisa menjadi masalah serius bagi kondisi anak. Seperti yang kita tau, makanan menjadi salah satu sumber gizi agar anak tetap bertumbuh dengan baik dan sehat. Jika gizi tidak ada, maka kesehatan anak mulai terganggu. Berbagai penyakit akan lebih mudah menyerang anak.
Sebelum kita lihat apa saja kiat untuk mengatasi anak susah makan, ada baiknya kita intip dulu apa sebenarnya yang menjadi penyebab anak susah makan. Dengan melihat penyebab, maka kita juga bisa menentukan langkah untuk mengatasinya. Penyebab anak susah makan sendiri bisa terjadi karena berbagai faktor. Pertama, bisa disebabkan oleh gangguan fisik. Penyebab ini bisa seperti misalnya anak tengah mengalami radang tenggorokan, demam, pilek, tumbuh gigi, gangguan organ pencernaan, dan berbagai gangguan fisik lain.
Kedua, Psikologis. Penyebab anak susah makan kali ini berkaitan dengan kondisi psikologinya. Ia mungkin bosan dengan makanan yang itu-itu saja, suasana yang kurang menyenangkan, kekurangan selera makan, lebih suka mengkonsumsi cemilan, tengah bad mood, atau mungkin tengah asik-asiknya bermain.
Mom mungkin pernah melihat salah satu penyebab itu terjadi pada anak hingga membuat anak susah untuk makan. Dan, mungkin ada berbagai penyebab lain yang mom temukan. Untuk mengatasi anak susah makan, mom bisa melakukan beberapa cara berikut ini:
Atasi gangguan fisik pada anak
Seperti yang diungkapkan sebelumnya, salah satu penyebab anak susah makan adalah karena mengalami gangguan fisik seperti misalnya gangguan pada organ pencernaan, radang tenggorokan, pilek, demam, batuk, dan berbagai gangguan lainnya. Untuk mengatasi anak susah makan karena penyebab ini, mom tentunya perlu mengatasi penyebabnya dulu. Mom bisa ke dokter untuk mengatasi penyakit fisik pada anak tersebut. Anak biasanya akan kembali mau makan begitu penyakitnya sembuh.
Buatkan menu yang bervariasi dan menarik
Mengatasi anak susah makan salah satunya bisa dilakukan dengan membuatkan makanan yang bervariasi dan menarik. Penyebab anak susah makan bisa saja karena ia bosan dengan makanan yang itu-itu saja sehingga selera makannya berkurang. Untuk itu, mom bisa membuatkan makanan yang lebih bervariasi dan dihidangkan dengan bentuk yang menarik agar selera makan anak mulai tumbuh.
Jika sebelumnya, mom lebih sering memberikan ikan, maka hari ini mom bisa membuatkan ayam ataupun telur. Dan, jika sebelumnya mom terus menerus memberikan brokoli, maka mom bisa mencoba wortel ataupun buncis untuk menu berikutnya. Yang terpenting adalah bagaimana mom tidak memberikan menu yang itu-itu saja setiap harinya dan bagaimana mom menghidangkannya dengan semenarik mungkin.
Ciptakan suasana makan yang menyenangkan
Bagaimana kondisi dan suasana makan anak juga menentukan apakah anak mau makan atau tidak. Untuk itu, mom juga perlu pintar bagaimana menciptakan suasana makan yang menyenangkan. Mom bisa menyelinginya dengan candaan ataupun cerita agar anak senang dan mau memakan makanannya.
Banyak mom yang sering menyuapi anaknya saat sang anak tengah bermain bersama temannya atau asik menonton. Jika memang cara ini cukup handal, maka mom bisa melakukanya. Namun, ada baiknya terlebih dahulu mom mencoba untuk menghentikan kegiatan anak saat makan dan biarkan anak fokus makan bersama mom, hal ini tidak hanya untuk mencegah anak tersedak dan berpotensi mengganggu pencernaannya, tetapi mom dan anak bisa menikmati waktu makan tersebut bersama.
Ajak anak untuk menyiapkan makanan
Biasanya anak lebih bersemangat makan saat ia menyiapkan sendiri makanannya. Untuk itu, tidak ada salahnya mom mengajak anak untuk menyiapkan makanannya sendiri. Selain itu, mom juga bisa melepaskan anak untuk mulai mencoba makan sendiri. Namun, tetap dalam perhatian dan pengawasan mom. Jika anak suka makan sendiri atau tidak mau disuapi, maka mom perlu memperhatikan menu makanan yang bisa membahayakannya. Ikan misalnya, ada baiknya mom menghilangkan dulu tulang-tulangnya termasuk tulang halus agar mom bisa dengan aman melepaskan anak makan sendiri.
Coba Supplemen atau multivitamin penambah nafsu makan
Jika susah makan anak masih belum bisa diatasi, mungkin mom bisa mencoba supplemen vitamin penambah nafsu makan. Saat ini banyak sekali produk penambah nafsu makan beredar di masyarakat, namun ada baiknya mom cermat dalam memilih produk agar tidak justru memberikan efek negatif lain pada anak. 
Nah, itu dia beberapa kiat untuk mengatasi anak susah makan. Hm, mungkin mom punya kiat lain?

Penulis : Susitya


STYLE AND BEAUTY

STYLE AND BEAUTY

Kategori